0812.8922.3455 info@trainermotivasi.com

Trainer motivasiSahabat, baru saja kita mengalami peristiwa yang sangat menyedihkan. Kejadian bom di sarinah telah mengoyak rasa kedamaian di negeri ini. Akibat motivasi diri sebagian kecil orang yang merasa paling benar, merasa paling suci dan merasa paling berhak atas apa yang mereka lakukan. Motivasi diri yang SALAH diakibatkan oleh tipisnya pemahaman nilai-nilai diri. Pikiran sempit yang diakibatkan tidak terbukanya mindset kebersamaan. Rasa cinta telah musnah, hilang, hancur digantikan keserakahan untuk dianggap benar. Kebencian telah membutakan diri untuk akhirnya menghalalkan yang sebenarnya HARAM. Dengan alasan apapun menebar ketakutan, menebar kebencian dan melakukan pembunuhan adalah SALAH.

Itulah salah satu contoh motivasi diri yang salah, apakah pengaruhnya ketika kita salah mengartikan motivasi diri ? kerusakanlah yang terjadi, terutama pada diri kita. Dalam bisnis sering terjadi, sebagai contoh kita menjual barang dan karena stok kosong kita membiarkan pelanggan kita menunggu tanpa kabar atau lebih parahnya adalah customer sudah transfer barang tetapi barang tidak dikirim. Lebih sering lagi adalah pelaku bisnis melupakan hutang yang dia punya, salah satu alasannya adalah LUPA. Motivasi diri seperti inilah yang sangat merusakan dalam bisnis, orang psikolog sering mengartikan dengan attitude yaitu berupa perilaku keseharian yang kita lakukan. Ada attitude positif dan ada pula attitude negatif, satu kunci dalam membangun bisnis adalah memupuk attitude positif dan kalau kita pernah berbuat salah pastikan segera meminta maaf atas semua kesalahan.

Motivasi diri sebagai alasan kita bertindak, untuk memastikan semua baik dan tumbuh maka citra diri positif yang sebaiknya kita bangun. Citra diri bukan berarti kita mencitrakan diri baik/positif saja tetapi nilai-nilai kebaikan benar-benar melekat dan menjadi tarikan nafas, masuk aliran darah, meresap ke sendi-sendi saraf kehidupan. Pertanyaannya kenapa banyak orang sampai memiliki motivasi diri yang merusak ? berdasar apa yang saya pelajari selama ini ada beberapa alasan kuat yang mengakibatkan hal ini, yaitu :

  1. Ada figur otoritas yang kuat, besar dan sangat diyakini kebenaran kata-katanya sehingga dia percaya 1000% atas semua perintahnya.
  2. Adanya doktrinasi (bahasa saya imprint value-value untuk meyakinkan bahwa apa yang dilakukan benar) yang dilakukan oleh figur otoritas.
  3. Adanya pemahaman yang salah dalam memaknai perintah spiritual, karena disampaikan dengan tujuan yang salah, oleh orang yang salah dan diterima tanpa filterisasi dengan baik.
  4. Tidak biasanya kita diskusi dan menggali nilai-nilai, sehingga kebiasaan membaca, belajar dan berpikir menjadi rendah.
  5. Semakin tipisnya kesadaran kebersamaan, senantiasa mencari perbedaan, mencari garis pemisah dan mencari kesalahan orang lain.

Ini hanya analisa saya saja, karena dari segi ilmu pikiran kekuatan yang paling menyehatkan diri adalah rasa cinta kasih dan perdamaian. Salam damai dan sebarkan kedamaian ke semua umat, karena hidup damai itu lebih indah.

Baca juga artikel : Seni memotivasi diri